TUGAS ILMU GIZI DASAR
Di Buat Oleh :
1. Ina Mutma’inah (P1337431214005)
2. Luthfia Nur Chayati (P1337431214004)
PRODI D IV GIZI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG 2014/2015
1.
SEJARAH ILMU GIZI DASAR
Ilmu gizi merupakan ilmu yang
relatif baru. Adalah Mary Swartz Rose (1926) yang merupakan professor ilmu gizi
pertama di Universitas Columbia, New York, USA.
A.
Berikut perkembangan ilmu gizi
menurut waktu dan ahlinya :
·
Zaman purbaÃ
Manusia sudah mengenal pentingnya makanan tapi saat itu masih ada hal-hal yang
bersifat tabu, magis, dan nilai-nilai menyembuhkan.
·
400 SM Ã
Hippocrates : makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia.
·
Awal abad
ke-16 Ã konsep pertama ilmu faal.
·
Awal abad
ke-19 Ã Magendie : Bisa membedakan karbohidrat, lemak, dan protein.
·
1840 Ã
Reagnult & Reiset : CO2 yang dikeluarkan dan O2 yang dikonsumsi berbeda
menurut jenis makanan.
·
1803-1873 Ã
karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi dalam tubuh dan menghasilkan
panas/energy serta menghitung nilai energy.
·
Bossinggault
& Liebig : keseimbangan makanan
·
Bidder &
Schmidt : keadaan tidak makan membutuhkan metabolisme minimal tertentu
·
Voit :
Metabolisme protein tidak dipengaruhi oleh kerja otot & banyaknya
metabolisme dalam sel menentukan banyajnya konsumsi O2
·
Pertengahan abad ke-19 Ã Rubner : nilai energy
urin & feses ditentukan dari berbagai susunan makanan = dasar penelitian
kalorimetri
·
1847 Ã Mayer
& Helmholz : Hukum konservasi energy bagi organism hidup maupun benda mati
·
Rubner:
menghubungkan produksi panas dalam keadaan basal dengan luas permukaan tubuh
& menghitung nilai energy, Karbohidrat, protein, dan lemak bahan makanan
·
Akhir abad ke-19 Ã Atwater & Rose :
membangun alat kalorimetri I untuk menyelidiki pertukaran energi pada manusia
·
1899 Ã Attwater & Bryant : Daftar
komposisi bahan makanan pertama terbit
·
1899 Ã Lusk
: menyelidiki metabolism intermidier & efek dinamik spesifik makanan
B.
Penemuan
Ilmu-Ilmu yang mendasari terbentuknya Ilmu Gizi itu diantaranya :
1.
Tahun 1687 Penetapan standar makanan. Dimana penetapan
ini mengatur tentang makanan yang
baik untuk tubuh dan yang tidak baik untuk tubuh.
2.
Dr.Lind (1747) menemukan jeruk manis untuk
menanggulangi sariawan / scorbut, belakangan diketahui jeruk manis banyak
mengandung vitamin C. Sehingga Vitamin C dikenal juga sebagai pencegah
Sariawan/Scorbut.
3.
Suster Florence Nightingale (1854 ) menyimpulkan
penderita-penderita akibat perang yang merupakan pasiennya, dalam hal Pemberian
makanan kepada pasien harus sesuai dengan kebutuhan pasien untuk mempercepat
proses penyembuhannya. Suster Florence
Nightingale dikenal juga sebagai Tokoh Keperawatan Dunia
4.
Liebig (1803-1873) Analisis Protein, KH dan Lemak.
Yang merupakan Komponen utama penghasil energi tubuh.
5.
Vait (1831-1908), Rubner (1854-1982), Atwater (1844-1907),
Lusk (1866-1932) dikenal sebagai Pakar dalam pengukuran energi dengan
kalorimeter. (kkal)
6.
Hopkin (1861-1947), Eljkman (1858-1930) = perintis
penemuan vitamin dan membedakannya vitamin yang larut dalam air dan vitamin
yang larut dalam lemak.
7.
Mendel (1872-1935), Osborn (1859-1929)= penemuan
vitamin dan analisis kualitas protein. Memperjelas posisi vitamin dalam makanan
dan peranannya dalam tubuh manusia serta
kualitas protein yang dilihat dari struktur yaitu asam amino yang
essensial maupun yang non essensial.
C. Perkembangan Ilmu Gizi Indonesia dan Dunia
Bangaimana Perkembangan Ilmu Gizi di Indonesia, berikut beberapa hasil
penelitian dalam sejarah perkebangan Ilmu Gizi di Indonesia.
1. Belanda
mendirikan “Laboratorium Kesehatan (15-1-1888) di Jakarta.
Tujuannya menanggulangi penyakit
beri-beri di Indonesia dan Asia.
2. Tahun
1934 Lembaga Makanan Rakyat
3. Tahun 1938,
bermula dari Tahun 1919, Jansen dan Donath
meneliti masalah Gondok di wonosobo, kemudian oleh pemerintah Hindia
Belanda menfaslitasi pembentukan Lembaga Eijkman. Beberapa Kegiatannya berupa
survai gizi di tahun 1927-1942, oleh Jansen dan Kawan-kawan pada 7 lokasi
bertempat di jawa, seram dan lampung yang bertujuan Mengamati Pola Makan,
Keadaan Gizi, Pertanian dan perekonomian. Lembaga ini juga berhasil melakukan
Analisis Bahan Makanan yang sekarang dikenal sebagai Daftar Komposisi Bahan
Makanan disingkat atau dikenal dengan
DKBM
4. Tahun 1930,
De Hass dkk menemukan defisiensi Vitamin A, (1935) meneliti tentang KEP (Kurang
Energi Protein).
5. Tahun 1950,
Lembaga Makanan Rakyat berada dibawah Kementerian Kesehatan RI ( diketuai Prof. Poerwo Soedarmo Pendiri PERSAGI atau
dikenal juga sebagai Bapak Gizi Indonesia. Bapak Poerwo Soedarmo juga berhasil
memperkenalkan promosi gizi yang baik dengan istilah “Empat Sehat Lima
Sempurna” yang begitu populer pada waktu itu sampai pada pemerintahan Orde
Baru.
D.
Penelitian-Penelitian
di Indonesia ini yang kemudian
menarik perhatian WHO dan dijadikan sebagai rekomendasinya adalah:
1. Domen
(1952-1955) penelitian tentang kwashiorkor (istilah gizi buruk karena
kekuranagn protein) dan Xeropthalmia (Istilah Kebutaan Akibat kekurangan
Vitamin A).
2. Klerk
(1956) penelitian tentang Tinggi Badan
(TB) dan Berat Badan (BB) anak Sekolah yang dapat memberikan gambaran Status
Gizi Anak SD pada masa balitanya.
3. Gailey (
1957 – 1958 ) tentang Kelaparan di
Gunung Kidul menghasilkan teori Kelaparan
KELAPARAN (Hunger) menurut E.Kennedy,(2002) sebagai kutipan dari penelitian
Prof Soekirman Ph.D Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor tentang kelaparan adalah
Rasa “tidak enak” dan sakit, akibat kurang /tidak makan,baik yang disengaja
maupun yang tidak disengaja diluar kehendak dan terjadi berulang-ulang, serta
dalam jangka waktu tertentu menyebabkan penurunan berat badan dan gangguan
kesehatan.
4. Prof. Poerwo
Soedarmao Mencetak Tenaga Ahli Gizi ( AKZI dan FKU)
2.
PERKEMBANGAN
4S5S MENJADI PUGS
Indonesia
kini resmi menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk menyiapkan pola
hidup sehat masyarakat Indonesia dalam menghadapi ‘beban ganda masalah gizi’,
yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersama.
PUGS diharapkan dapat memperbaiki pedoman
sebelumnya, yaitu 4 sehat 5 sempurna yang sudah dipopulerkan sejak tahun
1950-an.
“4S 5S itu sudah jadi sejarah, karena ini adalah
ilmu pengetahuan. Nggak ada ilmu pengetahuan yang kekal, semuanya pasti
berkembang dan diperbaharui. Bukan berarti dihapuskan, tetapi dikembangkan
dengan pengetahuan yang baru,” jelas Prof Soekirman,SKM.,MPS-ID.,PhD, ahli gizi
sekaligus guru besar IPB dalam acara Press Conference Pedoman Buku Gizi
Seimbang, di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (27/4/2011).
Jika Empat Sehat Lima Sempurna menekankan pada:
1. Makanan
Pokok
2. Lauk-Pauk
3. Sayur-Mayur
4. Buah
5. Susu
Maka Gizi Seimbang adalah susunan makanan sehari-hari
yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh.
Pedoman Umum Gizi Seimbang memperhatikan 4 prinsip,
yaitu:
1. Variasi
makanan
2. Pentingnya
pola hidup bersih
3. Pentingnya
pola hidup aktif dan olahraga
4. Memantau
berat badan ideal
Prof Soekirman mengatakan berbeda dengan konsep 4S
5S yang menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang, PUGS berprinsip bahwa tiap
golongan usia, jenis kelamin, kesehatan dan akitifitas fisik memerlukan PUGS
yang berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok tersebut.
Di samping itu, PUGS menekankan pula proporsi yang
berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan
kebutuhan tubuh.
Perbedaan lainnya, PUGS tidak memberlakukan susu
sebagai makanan sempurna, melainkan ditempatkan satu kelompok dengan sumber
protein hewani lain.
“Konsep 4S 5S diciptakan karena pada tahun 1950-an
orang belum tahu cara makan yang benar. Tetapi sejak tahun 90-an, permasalahan
gizi sudah berubah. Sekarang banyak negara menghadapi masalah kegemukanan,
obesitas dengan akibatnya diabetes, hipertensi, jantung, stroke, yang mewabah
ke negara maju dan berkembang,” lanjut Prof Soekirman, yang juga merupakan
ketua Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI).
Prof Soekirman menuturkan, dengan adanya
permasalahan ini akhirnya pada konferensi di Roma, FAO dan WHO mulai mengubah
konsep 4S 5S menjadi Pedoman Gizi Seimbang.
“Sebenarnya Departemen Kesehatan kita pada tahun
2003 dan 2005 juga sudah mencetak buku tentang Pedoman Gizi Seimbang. Sayangnya
kurang dipublikasikan, akhirnya tidak banyak yang tahu kalau ada bukunya,”
jelas Prof Soekirman.
PUGS Pakai Ilustrasi Tumpeng
Untuk mempermudah pemahaman mengenai PUGS, setiap
negara di dunia memiliki visualisasi yang disesuaikan dengan kebudayaan
masing-masing.
Di Indonesia, prinsip PUGS divisualisasikan dalam
bentuk tumpeng dan nampannya yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang Seimbang (TGS),
sebelumnya hanya logo gizi seimbang aja yang berbentuk pyramid biasa.
TGS membantu setiap orang memilih makanan dengan
jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia
(bayi, balita, remaja, dewasa, usia lanjut) dan sesuai keadaan kesehatan
(hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit).
Potongan-potongan TGS dialasi dengan air putih,
artinya air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi
kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.
Setelah itu, ada potongan besar yang merupakan
golongan makanan pokok (sumber karbohidrat), dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi
(sesuai kebutuhan menurut usia dan keadaan kesehatan).
Di atas bagian ini terdapat golongan sayuran dan
buah sebagai sumber serat, vitamin dan mineral. Setelah itu baru protein hewani
dan nabati, serta di puncak tumpeng terdapat potongan kecil gula, garam dan
minyak yang hanya digunakan seperlunya.
Dan sebagai alas TGS, gizi seimbang juga harus
menyertakan olahraga teratur, menjaga kebersihan dan memantu berat badan.
Pemahaman tentang gizi seimbang diharapkan dapat
membekali individu maupun keluarga dalam mencegah masalah-masalah yang timbul
serta membantu mewujudkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia.
3.
KESIMPULAN
no
|
pembeda
|
4S5S
|
PUSG
|
1.
|
PRINSIP
|
menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang yang berusia diatas 2 tahun.
|
tiap golongan usia, status kesehatan, dan aktivitas fisik, memerlukan
PGS yang berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok tersebut. Di
tambah dengan memerhatikan aspek kebersihan makanan, aktivitas fisik, dan
kaitannya dengan pola hidup sehat lain.
|
2.
|
KEDUDUKAN SUSU
|
Susu di jadikan sebagai makanan sempurna
|
Susu masuk dalam golongan protein hewani
|
3.
|
TUJUAN
|
bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang
cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat.
|
Menyempurnakan slogan 4S5S (karena di anggap belom efektif)
|
4.
|
PEDOMAN UMUM
|
1. Makanan
Pokok
2. Lauk-pauk
3. Sayur-mayur
4. Buah
5. Susu
|
1.
Membiasakan konsumsi beraneka ragam makanan.
Makin banyak ragamnya makin baik.
2.
.Memperhatikan dan mempertahankan berat
badan ideal.
3.
Mengatur porsi makanan.
4.
Menjaga keamanan makanan.
5.
Mengatasi masalah untuk kelompok masyarakat
dengan masalah gizi tertentu, misalnya kurang berat badan, kekurangan vitamin
A, zat besi, yodium dan sebagainya.
6.
PGS yang bersifat spesifik untuk kelompok
masyarakat tertentu, misalnya makanan yang terkait dengan adat dan kebiasaan
atau budaya makan masyarakat.
|