Jumat, 24 Oktober 2014

LAPORAN ILMU PANGAN DASAR LEMAK DAN MINYAK

 LAPORAN PRAKTIKUM PANGAN DASAR
Pengamatan Sifat khusus komposisi dan Syarat Mutu Lemak dan Minyak


Description: logo.jpg

Oleh :
Ina Mutma’inah                    : P1337431214005
Rila Dini Ayu Larasati                        : P1337431214025
Vina Aulia                               : P1337431214033

D IV GIZI   Semester 1

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2014/2015


     I.        Latar Belakang
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam air. Minyak mempunyai arti yang sangat luas, yaitu senyawa yang berbentuk cairan cairan pekatpada suhu ruangan dan tidak larut dalam air. Sedangkan lemak (lipid) biasanya di artikan sebagai minyak nabati atau hewani yang berwujud padatpadasuhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan untuk berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, baik yang berbentuk padat maupun cair. Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon (-CH2-CH2-CH2-) maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air.
Minyak dan lemak sangat dipelukan untuk memasak baik untuk menumis maupun menggoreng suatu bahan makanan. Dipasaran banyak sekali terdapat jenis minyak dan lemak yang dijual, contohnya minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak jagung dan minyak zaitun. Sedangkan lemak yang dijual dipasaran yaitu margarine dan mentega. Minyak dan lemak yang dijual di pasaran juga terdapat perbedaan mutu dan kualitasnya.

   II.        Tujuan
·         Mengidentifikasi warna, aroma minyak dan lemak.
·         Mengidentifikasi suhu awal, titik asap, suhu akreoli, dan suhu setelas di panaskan.
·         Mengidentifikasi perbedaan jenis minyak.
 III.        Alat dan Bahan
·         Alat
1.      Wajan
2.      Kompor
3.      Mangkok
4.      Termometer
·         Bahan
1.      Minyak tropika
2.      Minyak kedelai
3.      Minyak kuncimas
4.      Minyak fortun
5.      Minyak hemarrt
6.      Minyak rose brand
7.      Minyak sania
8.      Minyak filma
9.      Minyak jagung borges
10.  Minyak jagung
11.  Minyak curah
12.  Minyak bimoli
13.  Minyak wijen
14.  Blue band
15.  Porvita
16.  Minyak jelantah

 IV.        Langkah Kerja
1.      Mengamati setiap warna dari minyak dan lemak.
2.      Mengamati setiap aroma dari minyak dan lemak.
3.      Mengukur suhu awal dari minyak ataupun lemak.
4.      Memanaskan minyak dan lemak sampai keluar akreoli.
5.      Mengukur suhunya.
6.      Mengamati perubahan warna dan aroma.








   V.        Hasil Pengamatan
Kelompok
Kelompok
Minyak
Warna
Aroma
Suhu
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Awal
Akreoli
Akhir
1.
Minyak Tropikal
Kuning keemasan
Kuning agak keruh
Bau minyak tidak menyengat
Lebih menyengat
32˚C
238˚
34˚
2.
Minyak Kedelai
Kuning bening
Bening
Tidak berbau
Tidak berbau
32˚C
150˚
31˚
3.
Minyak Kuncimas
Kuning jernih
Kuning coklat
Tidak berbau
Tidak berbau
32˚C
228˚
30˚
4.
Minyak Fortune
Kuning keemasan
Kuning kecoklatan
Tidak menyengat
Menyengat
32˚C
160˚
38˚
5.
Minyak Hemart
Kuning bening
Kuning kecoklatan
Tidak berbau
Sedikit menyengat
32˚C
142˚
35˚
6.
Minyak Rose Brand
Kuning bening
Kuning keruh
Tidak tengik
Tengik / menyengat
32˚C
140˚
35˚
7.
Minyak Sania
Kuning keemasan
Kuning bening
Tidak berbau
Tidak  berbau
32˚C
124˚
32˚
8.
Minyak Filma
Kuning bening
Kuning agak keruh
Tidak berbau
Tidak berbau
32˚C
170˚
32˚
9.
Minyak Jagung Borges
Kuning jernih
Kuning jernih
Jagung
Jangung
32˚C
180˚
31˚
10.
Minyak Jagung
Kuning bening
Kuning bening
Tidak berbau
Aroma jagung
32˚C
160˚
30˚
11.
Minyak Curah
Kuning kecoklatan
Kuning cerah
Tidak berbau
Agak menyengat
32˚C
162˚
34˚
12.
Minyak Bimoli
Kuning emas
Kuning kecoklatan
Minyak kelapa
Minyak kelapa
30˚C
132˚
31˚
13.
Minyak Wijen
Coklat kehitaman
Coklat kehitaman memudar
Wijen kuat
Wijen lemah
32˚C
142˚
30˚
14.
Blue Band
Kuning cerah
Coklat keemasan
Gurih
Agak tengik
32˚C
165˚
33˚
15.
Minyak Porvita
Kuning
Kuning kecoklatan
Gurih
Gurih
32˚C
120˚
33˚
16.
Minyak Jelantah
Kuning kehitaman
Kuning kecoklatan
Tengik
Tengik
30˚C
150˚
32˚


 VI.            Pembahasan
Tabel di atas masing-masing minyak memiliki aroma, warna dan suhu yang berbeda. Minyak yang kualitasnya bagus memiliki suhu atau titik asap yang paling tinggi. minyak tropikal adalah minyak yang memiliki suhu akreoli yang paling tinggi. Minyak bimoli dan minyak jelantah memiliki suhu yang sama yaitu 30˚C. Minyak kedelai dan minyak yang lain juga memiliki suhu yang sama yaitu 32˚C kecuali minyak jelantah dan minyak bimoli.
VII.            Kesimpulan:
Lemak dan minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain itu lemak dan minyak juga merupakan sumber energi. Dalam pengolahan bahan pangan, minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas, seperti minyak goreng, shortening (mentega putih), lemak, mentega dan margarine.
Disamping itu, penambahan lemak juga dimaksudkan untuk menambah kalori serta memperbaiki tekstur dan cita rasa pangan, seperti pada kembang gula, penambahan shortening pada pembuatan kue-kue, dan lain-lain.

  1. Saran
Sebaiknya dalam menggunakan minyak gunakan cukup sekali saja,jika terpaksa di pakai lagi maka pemakaian sebaiknya maksimal 3x karena jika ebih dari itu makan struktur kimia minyak akan rusak dan mempengaruhi gizi dari makanan tersebut.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar