LAPORAN PRAKTIKUM PANGAN
DASAR
Pengamatan Sifat khusus komposisi dan Syarat Mutu Lemak dan
Minyak

Oleh :
Ina
Mutma’inah : P1337431214005
Rila Dini Ayu
Larasati : P1337431214025
Vina Aulia : P1337431214033
D IV
GIZI Semester 1
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2014/2015
I.
Latar
Belakang
Minyak adalah
istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam air.
Minyak mempunyai arti yang sangat luas, yaitu senyawa yang berbentuk cairan
cairan pekatpada suhu ruangan dan tidak larut dalam air. Sedangkan lemak
(lipid) biasanya di artikan sebagai minyak nabati atau hewani yang berwujud
padatpadasuhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan untuk berbagai minyak yang
dihasilkan oleh hewan, baik yang berbentuk padat maupun cair. Lemak terdiri
atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karena struktur molekulnya yang
kaya akan rantai unsur karbon (-CH2-CH2-CH2-) maka lemak mempunyai sifat
hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di
dalam air.
Minyak dan lemak
sangat dipelukan untuk memasak baik untuk menumis maupun menggoreng suatu bahan
makanan. Dipasaran banyak sekali terdapat jenis minyak dan lemak yang dijual,
contohnya minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak jagung dan minyak zaitun.
Sedangkan lemak yang dijual dipasaran yaitu margarine dan mentega. Minyak dan
lemak yang dijual di pasaran juga terdapat perbedaan mutu dan kualitasnya.
II.
Tujuan
·
Mengidentifikasi
warna, aroma minyak dan lemak.
·
Mengidentifikasi
suhu awal, titik asap, suhu akreoli, dan suhu setelas di panaskan.
·
Mengidentifikasi
perbedaan jenis minyak.
III.
Alat
dan Bahan
·
Alat
1.
Wajan
2.
Kompor
3.
Mangkok
4.
Termometer
·
Bahan
1. Minyak tropika
2. Minyak kedelai
3. Minyak kuncimas
4. Minyak fortun
5. Minyak hemarrt
6. Minyak rose brand
7. Minyak sania
8. Minyak filma
9. Minyak jagung borges
10. Minyak jagung
11. Minyak curah
12. Minyak bimoli
13. Minyak wijen
14. Blue band
15. Porvita
16. Minyak jelantah
IV.
Langkah
Kerja
1. Mengamati setiap warna dari minyak dan lemak.
2. Mengamati setiap aroma dari minyak dan lemak.
3. Mengukur suhu awal dari minyak ataupun lemak.
4. Memanaskan minyak dan lemak sampai keluar akreoli.
5. Mengukur suhunya.
6. Mengamati perubahan warna dan aroma.
V.
Hasil
Pengamatan
Kelompok
|
Kelompok
Minyak
|
Warna
|
Aroma
|
Suhu
|
||||
Awal
|
Akhir
|
Awal
|
Akhir
|
Awal
|
Akreoli
|
Akhir
|
||
1.
|
Minyak
Tropikal
|
Kuning
keemasan
|
Kuning
agak keruh
|
Bau
minyak tidak menyengat
|
Lebih
menyengat
|
32˚C
|
238˚
|
34˚
|
2.
|
Minyak
Kedelai
|
Kuning
bening
|
Bening
|
Tidak
berbau
|
Tidak
berbau
|
32˚C
|
150˚
|
31˚
|
3.
|
Minyak
Kuncimas
|
Kuning
jernih
|
Kuning
coklat
|
Tidak
berbau
|
Tidak
berbau
|
32˚C
|
228˚
|
30˚
|
4.
|
Minyak
Fortune
|
Kuning
keemasan
|
Kuning
kecoklatan
|
Tidak
menyengat
|
Menyengat
|
32˚C
|
160˚
|
38˚
|
5.
|
Minyak
Hemart
|
Kuning
bening
|
Kuning
kecoklatan
|
Tidak
berbau
|
Sedikit
menyengat
|
32˚C
|
142˚
|
35˚
|
6.
|
Minyak
Rose Brand
|
Kuning
bening
|
Kuning
keruh
|
Tidak
tengik
|
Tengik
/ menyengat
|
32˚C
|
140˚
|
35˚
|
7.
|
Minyak
Sania
|
Kuning
keemasan
|
Kuning
bening
|
Tidak
berbau
|
Tidak berbau
|
32˚C
|
124˚
|
32˚
|
8.
|
Minyak Filma
|
Kuning bening
|
Kuning agak keruh
|
Tidak berbau
|
Tidak berbau
|
32˚C
|
170˚
|
32˚
|
9.
|
Minyak
Jagung Borges
|
Kuning
jernih
|
Kuning
jernih
|
Jagung
|
Jangung
|
32˚C
|
180˚
|
31˚
|
10.
|
Minyak
Jagung
|
Kuning
bening
|
Kuning
bening
|
Tidak
berbau
|
Aroma
jagung
|
32˚C
|
160˚
|
30˚
|
11.
|
Minyak
Curah
|
Kuning
kecoklatan
|
Kuning
cerah
|
Tidak
berbau
|
Agak
menyengat
|
32˚C
|
162˚
|
34˚
|
12.
|
Minyak
Bimoli
|
Kuning
emas
|
Kuning
kecoklatan
|
Minyak
kelapa
|
Minyak
kelapa
|
30˚C
|
132˚
|
31˚
|
13.
|
Minyak
Wijen
|
Coklat
kehitaman
|
Coklat
kehitaman memudar
|
Wijen
kuat
|
Wijen
lemah
|
32˚C
|
142˚
|
30˚
|
14.
|
Blue
Band
|
Kuning
cerah
|
Coklat
keemasan
|
Gurih
|
Agak
tengik
|
32˚C
|
165˚
|
33˚
|
15.
|
Minyak
Porvita
|
Kuning
|
Kuning
kecoklatan
|
Gurih
|
Gurih
|
32˚C
|
120˚
|
33˚
|
16.
|
Minyak
Jelantah
|
Kuning
kehitaman
|
Kuning
kecoklatan
|
Tengik
|
Tengik
|
30˚C
|
150˚
|
32˚
|
VI.
Pembahasan
Tabel di atas
masing-masing minyak memiliki aroma, warna dan suhu yang berbeda. Minyak yang
kualitasnya bagus memiliki suhu atau titik asap yang paling tinggi. minyak
tropikal adalah minyak yang memiliki suhu akreoli yang paling tinggi. Minyak
bimoli dan minyak jelantah memiliki suhu yang sama yaitu 30˚C. Minyak kedelai
dan minyak yang lain juga memiliki suhu yang sama yaitu 32˚C kecuali minyak
jelantah dan minyak bimoli.
VII.
Kesimpulan:
Lemak dan minyak merupakan zat makanan yang penting
untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain itu lemak dan minyak juga
merupakan sumber energi. Dalam pengolahan bahan pangan, minyak dan lemak
berfungsi sebagai media penghantar panas, seperti minyak goreng, shortening
(mentega putih), lemak, mentega dan margarine.
Disamping itu, penambahan lemak juga dimaksudkan untuk
menambah kalori serta memperbaiki tekstur dan cita rasa pangan, seperti pada
kembang gula, penambahan shortening pada pembuatan kue-kue, dan lain-lain.
- Saran
Sebaiknya dalam menggunakan minyak gunakan cukup
sekali saja,jika terpaksa di pakai lagi maka pemakaian sebaiknya maksimal 3x
karena jika ebih dari itu makan struktur kimia minyak akan rusak dan
mempengaruhi gizi dari makanan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar