Jumat, 24 Oktober 2014

SEJARAH DAN PEKEMBANGAN ILMU GIZI DASAR

TUGAS ILMU GIZI DASAR




                       


Di Buat Oleh :
1.      Ina Mutma’inah                      (P1337431214005)

2.      Luthfia Nur Chayati               (P1337431214004)


PRODI D IV GIZI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG 2014/2015



1.      SEJARAH ILMU GIZI DASAR
Ilmu gizi merupakan ilmu yang relatif baru. Adalah Mary Swartz Rose (1926) yang merupakan professor ilmu gizi pertama di Universitas Columbia, New York, USA.
A.   Berikut perkembangan ilmu gizi menurut waktu dan ahlinya :

·         Zaman purbaà Manusia sudah mengenal pentingnya makanan tapi saat itu masih ada hal-hal yang bersifat tabu, magis, dan nilai-nilai menyembuhkan.
·         400 SM à Hippocrates : makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia.
·         Awal abad ke-16 à konsep pertama ilmu faal.
·         Awal abad ke-19 à Magendie : Bisa membedakan karbohidrat, lemak, dan protein.
·         1840 à Reagnult & Reiset : CO2 yang dikeluarkan dan O2 yang dikonsumsi berbeda menurut jenis makanan.
·         1803-1873 à karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi dalam tubuh dan menghasilkan panas/energy serta menghitung nilai energy.
·         Bossinggault & Liebig : keseimbangan makanan
·         Bidder & Schmidt : keadaan tidak makan membutuhkan metabolisme minimal tertentu
·         Voit : Metabolisme protein tidak dipengaruhi oleh kerja otot & banyaknya metabolisme dalam sel menentukan banyajnya konsumsi O2
·          Pertengahan abad ke-19 à Rubner : nilai energy urin & feses ditentukan dari berbagai susunan makanan = dasar penelitian kalorimetri
·         1847 à Mayer & Helmholz : Hukum konservasi energy bagi organism hidup maupun benda mati
·         Rubner: menghubungkan produksi panas dalam keadaan basal dengan luas permukaan tubuh & menghitung nilai energy, Karbohidrat, protein, dan lemak bahan makanan
·          Akhir abad ke-19 à Atwater & Rose : membangun alat kalorimetri I untuk menyelidiki pertukaran energi pada manusia
·          1899 à Attwater & Bryant : Daftar komposisi bahan makanan pertama terbit
·         1899 à Lusk : menyelidiki metabolism intermidier & efek dinamik spesifik makanan

 

B.   Penemuan Ilmu-Ilmu yang mendasari terbentuknya Ilmu Gizi itu diantaranya :
1.      Tahun 1687 Penetapan standar makanan. Dimana penetapan ini mengatur tentang       makanan yang baik untuk tubuh dan yang tidak baik untuk tubuh.
2.      Dr.Lind (1747) menemukan jeruk manis untuk menanggulangi sariawan / scorbut, belakangan diketahui jeruk manis banyak mengandung vitamin C. Sehingga Vitamin C dikenal juga sebagai pencegah Sariawan/Scorbut.
3.      Suster Florence Nightingale (1854 ) menyimpulkan penderita-penderita akibat perang yang merupakan pasiennya, dalam hal Pemberian makanan kepada pasien harus sesuai dengan kebutuhan pasien untuk mempercepat proses penyembuhannya.  Suster Florence Nightingale dikenal juga sebagai Tokoh Keperawatan Dunia
4.      Liebig (1803-1873) Analisis Protein, KH dan Lemak. Yang merupakan Komponen utama penghasil energi tubuh.
5.      Vait (1831-1908), Rubner (1854-1982), Atwater (1844-1907), Lusk (1866-1932) dikenal sebagai Pakar dalam pengukuran energi dengan kalorimeter. (kkal)
6.      Hopkin (1861-1947), Eljkman (1858-1930) = perintis penemuan vitamin dan membedakannya vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
7.      Mendel (1872-1935), Osborn (1859-1929)= penemuan vitamin dan analisis kualitas protein. Memperjelas posisi vitamin dalam makanan dan peranannya dalam tubuh manusia serta  kualitas protein yang dilihat dari struktur yaitu asam amino yang essensial maupun yang non essensial.

C.   Perkembangan Ilmu Gizi Indonesia dan Dunia
Bangaimana Perkembangan Ilmu Gizi di Indonesia, berikut beberapa hasil penelitian dalam sejarah perkebangan Ilmu Gizi di Indonesia.

1.      Belanda mendirikan “Laboratorium Kesehatan (15-1-1888) di Jakarta.
            Tujuannya menanggulangi penyakit beri-beri di Indonesia dan Asia.
2.      Tahun 1934  Lembaga Makanan Rakyat       

3.      Tahun 1938, bermula dari Tahun 1919, Jansen dan Donath  meneliti masalah Gondok di wonosobo, kemudian oleh pemerintah Hindia Belanda menfaslitasi pembentukan Lembaga Eijkman. Beberapa Kegiatannya berupa survai gizi di tahun 1927-1942, oleh Jansen dan Kawan-kawan pada 7 lokasi bertempat di jawa, seram dan lampung yang bertujuan Mengamati Pola Makan, Keadaan Gizi, Pertanian dan perekonomian. Lembaga ini juga berhasil melakukan Analisis Bahan Makanan yang sekarang dikenal sebagai Daftar Komposisi Bahan Makanan disingkat  atau dikenal dengan DKBM

4.      Tahun 1930, De Hass dkk menemukan defisiensi Vitamin A, (1935) meneliti tentang KEP (Kurang Energi Protein).

5.      Tahun 1950, Lembaga Makanan Rakyat berada dibawah Kementerian Kesehatan RI ( diketuai  Prof. Poerwo Soedarmo Pendiri PERSAGI atau dikenal juga sebagai Bapak Gizi Indonesia. Bapak Poerwo Soedarmo juga berhasil memperkenalkan promosi gizi yang baik dengan istilah “Empat Sehat Lima Sempurna” yang begitu populer pada waktu itu sampai pada pemerintahan Orde Baru.

D.   Penelitian-Penelitian di Indonesia  ini yang kemudian menarik  perhatian WHO  dan dijadikan sebagai rekomendasinya adalah:
1.      Domen (1952-1955)  penelitian tentang  kwashiorkor (istilah gizi buruk karena kekuranagn protein) dan Xeropthalmia (Istilah Kebutaan Akibat kekurangan Vitamin A).
2.      Klerk (1956)  penelitian tentang Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB) anak Sekolah yang dapat memberikan gambaran Status Gizi Anak SD pada masa balitanya.
3.      Gailey ( 1957 – 1958 ) tentang  Kelaparan di Gunung Kidul menghasilkan teori Kelaparan
KELAPARAN (Hunger) menurut E.Kennedy,(2002) sebagai kutipan dari penelitian Prof Soekirman Ph.D Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor tentang kelaparan adalah Rasa “tidak enak” dan sakit, akibat kurang /tidak makan,baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja diluar kehendak dan terjadi berulang-ulang, serta dalam jangka waktu tertentu menyebabkan penurunan berat badan dan gangguan kesehatan.

4.      Prof. Poerwo Soedarmao Mencetak Tenaga Ahli Gizi ( AKZI dan FKU)





2.      PERKEMBANGAN 4S5S MENJADI PUGS
Indonesia kini resmi menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia dalam menghadapi ‘beban ganda masalah gizi’, yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersama.
PUGS diharapkan dapat memperbaiki pedoman sebelumnya, yaitu 4 sehat 5 sempurna yang sudah dipopulerkan sejak tahun 1950-an.
“4S 5S itu sudah jadi sejarah, karena ini adalah ilmu pengetahuan. Nggak ada ilmu pengetahuan yang kekal, semuanya pasti berkembang dan diperbaharui. Bukan berarti dihapuskan, tetapi dikembangkan dengan pengetahuan yang baru,” jelas Prof Soekirman,SKM.,MPS-ID.,PhD, ahli gizi sekaligus guru besar IPB dalam acara Press Conference Pedoman Buku Gizi Seimbang, di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (27/4/2011).
Jika Empat Sehat Lima Sempurna menekankan pada:
1.      Makanan Pokok
2.      Lauk-Pauk
3.      Sayur-Mayur
4.      Buah
5.      Susu
Maka Gizi Seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Pedoman Umum Gizi Seimbang memperhatikan 4 prinsip, yaitu:
1.      Variasi makanan
2.      Pentingnya pola hidup bersih
3.      Pentingnya pola hidup aktif dan olahraga
4.      Memantau berat badan ideal
Prof Soekirman mengatakan berbeda dengan konsep 4S 5S yang menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang, PUGS berprinsip bahwa tiap golongan usia, jenis kelamin, kesehatan dan akitifitas fisik memerlukan PUGS yang berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok tersebut.
Di samping itu, PUGS menekankan pula proporsi yang berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh.
Perbedaan lainnya, PUGS tidak memberlakukan susu sebagai makanan sempurna, melainkan ditempatkan satu kelompok dengan sumber protein hewani lain.
“Konsep 4S 5S diciptakan karena pada tahun 1950-an orang belum tahu cara makan yang benar. Tetapi sejak tahun 90-an, permasalahan gizi sudah berubah. Sekarang banyak negara menghadapi masalah kegemukanan, obesitas dengan akibatnya diabetes, hipertensi, jantung, stroke, yang mewabah ke negara maju dan berkembang,” lanjut Prof Soekirman, yang juga merupakan ketua Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI).
Prof Soekirman menuturkan, dengan adanya permasalahan ini akhirnya pada konferensi di Roma, FAO dan WHO mulai mengubah konsep 4S 5S menjadi Pedoman Gizi Seimbang.
“Sebenarnya Departemen Kesehatan kita pada tahun 2003 dan 2005 juga sudah mencetak buku tentang Pedoman Gizi Seimbang. Sayangnya kurang dipublikasikan, akhirnya tidak banyak yang tahu kalau ada bukunya,” jelas Prof Soekirman.
PUGS Pakai Ilustrasi Tumpeng
Untuk mempermudah pemahaman mengenai PUGS, setiap negara di dunia memiliki visualisasi yang disesuaikan dengan kebudayaan masing-masing.
Di Indonesia, prinsip PUGS divisualisasikan dalam bentuk tumpeng dan nampannya yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang Seimbang (TGS), sebelumnya hanya logo gizi seimbang aja yang berbentuk pyramid biasa.
TGS membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa, usia lanjut) dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit).
Potongan-potongan TGS dialasi dengan air putih, artinya air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif.
Setelah itu, ada potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat), dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi (sesuai kebutuhan menurut usia dan keadaan kesehatan).
Di atas bagian ini terdapat golongan sayuran dan buah sebagai sumber serat, vitamin dan mineral. Setelah itu baru protein hewani dan nabati, serta di puncak tumpeng terdapat potongan kecil gula, garam dan minyak yang hanya digunakan seperlunya.
Dan sebagai alas TGS, gizi seimbang juga harus menyertakan olahraga teratur, menjaga kebersihan dan memantu berat badan.
Pemahaman tentang gizi seimbang diharapkan dapat membekali individu maupun keluarga dalam mencegah masalah-masalah yang timbul serta membantu mewujudkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia.





3.     KESIMPULAN
no
pembeda
4S5S
PUSG
1.        
PRINSIP
menyamaratakan kebutuhan gizi semua orang yang berusia diatas 2 tahun.
tiap golongan usia, status kesehatan, dan aktivitas fisik, memerlukan PGS yang berbeda, sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok tersebut. Di tambah dengan memerhatikan aspek kebersihan makanan, aktivitas fisik, dan kaitannya dengan pola hidup sehat lain.


2.        
KEDUDUKAN SUSU
Susu di jadikan sebagai makanan sempurna
Susu masuk dalam golongan protein hewani
3.        
TUJUAN
bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat.
Menyempurnakan slogan 4S5S (karena di anggap belom efektif)
4.        
PEDOMAN UMUM
1.     Makanan Pokok
2.     Lauk-pauk
3.     Sayur-mayur
4.     Buah
5.     Susu
1.      Membiasakan konsumsi beraneka ragam makanan.
Makin banyak ragamnya makin baik.
2.     .Memperhatikan dan mempertahankan berat badan ideal.
3.      Mengatur porsi makanan.
4.      Menjaga keamanan makanan.
5.      Mengatasi masalah untuk kelompok masyarakat dengan masalah gizi tertentu, misalnya kurang berat badan, kekurangan vitamin A, zat besi, yodium dan sebagainya. 
6.     PGS yang bersifat spesifik untuk kelompok masyarakat tertentu, misalnya makanan yang terkait dengan adat dan kebiasaan atau budaya makan masyarakat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar