Jumat, 24 Oktober 2014

MAKALAH VITAMIN B6

MAKALAH ILMU GIZI DASAR MENGENAI VITAMIN B6
                                                                                     
I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dewasa ini sering di perbincangkan macam, jenis, serta fungsi, bahkan sumber dari mana vitamin itu diperoleh. Masyarakat awam yang belum mengerti tentng Vitamin sering kali tidak memperhatikan pola makannya setiap hari bagi mereka yang penting makan. Mereka tak menyadari akan bahaya kekurangan serta kelebihan vitamin itu. Maka vitamin sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang karena bila kekurangan bahkan kelebihan vitamin dampaknya sangat merugikan manusia itu sendiri.
Dengan cara makan yang sehat, kebutuhan vitamin setiap hari dapat terpenuhi. Sebaliknya kekurangan makanan, salah makan (misalnya: pada makanan yang tidak seimbang untuk orang tua, kekurangan makan pada orang yang alkoholik, makanan siap saji), atau juga gangguan penyerapan yang mengakibatkan hipovitaminosis, dan yang lebih ekstrim lagi adalah keadaan avitaminosis.
Vitamin diperkirakan berperan sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh. Dan pada umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin pertama kali ditemukan adalah A dan B dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau larut dalam air di pakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Keluarga vitamin B dapat melawan pembentukan tumor dan meningkatkan perlindungan dari kanker, menurut seorang ilmuwan gizi. Itu penting karena 30 sampai 40 persen dari kanker pada pria dan sampai 60 persen kanker pada wanita yang terkait dalam beberapa cara untuk diet.
Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain.
Vitamin tampaknya memiliki peran pendukung dalam mempertahankan fungsi sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu mencegah pertumbuhan tumor dimulai, serta memiliki efek anti kanker mereka sendiri. Diet seimbang yang terdiri dari jumlah moderat dari berbagai-macam makanan sehat,termasuk yang mengandung vitamin B akan meningkatkan kesehatan dan memberikan perlindungan terhadap penyakit yang menghancurkan kanker.
Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat).Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif.Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makananyang kita konsumsi.Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.
C.     Tujuan
Berdasarkan Rumusan masalah di atas, penulisan makalah ini memilki tujuan sebagai berikut:
1.      Mengetahui regulasi vitamin.
2.      Mengetahui tentang proses vitamin.
3.      Mengetahui akibat dari kekurangan dan kelebihan vitamin.
D.    Manfaat
1.      Sebagai ilmu agar kita lebih mengetahui Vitamin B6 sangat penting bagi tubuh kita.
2.      Mempelajari vitamin dapat menjadikan peningkatan pemahaman terhadap kesehatan.
3.      Mengetahui kandungan- kandungan yang terdapat dalam vitamin B6 yang berguna bagi tubuh kita.

II.                DEFINISI
A.    DefinisiVitamin
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.
Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina(amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
Vitamin adalah Zat – zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil dalam satu miligram atau mikrogram. Jumlah kecil itu sangat penting yang pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan harus didatangkan dari makanan. Vitamin berperan sebagai katalisator organik mengatur proses metabolisme dan fungsi normal tubuh. Vitamin mempunyai peran utama sebagai pengatur dan pembangun zat gizi lain melalui pembentukan enzim, antibodi dan hormon. Terdapat 13 jenis vitamin yaitu Retinol, Calciferol, Tocoferol, Philoquinon, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Pantotenat, Piridoksin, Biotin, Cyanocobalamin, Asam Askorbat, Asam Folat. 
B.     Definisi Vitamin B
Vitamin B adalah kelompok yang larut dalam air vitamin yang memainkan peran penting dalam sel metabolisme. Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas.Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi.Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit).

C.     DefinisiFitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh.
Vitamin B6 adalah suatu vitamin yang larut air dan termasuk dalam golongan vitamin B kompleks.Piridoksal fosfat (PLP) adalah bentuk aktifnya dan merupakan kofaktor dalam berbagai reaksi metabolismeasam amino, termasuk diantaranya proses transaminasi, deaminasi, dan dekarboksilasi. PLP juga diperlukan dalam reaksi enzimatis yang mengatur proses pelepasan glukosa dari glikogen.
III.             FUNGSI
Vitamin B6 berperan dalam metabolism asam amino dan asam lemak.Vitamin B6 membantu tubuh untuk bersintetis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel dalam darah merah.
Banyak kimia tubuh tergantung pada enzim. Enzim adalah protein yang membantu reaksi kimia terjadi. Because vitamin. Karena vitamin B6 yang terlibat dengan lebih dari 100 reaksi enzimatik, fungsinya dalam tubuh adalah beragam dan luas.
1.   Sintesis molekul penting.
Sulit untuk menemukan kategori kimia dari molekul-molekul dalam tubuh yang tidak bergantung dalam beberapa cara pada vitamin B6 untuk produksi mereka. Banyak blok bangunan protein, yang disebut asam amino, memerlukan pasokan yang cukup B6 untuk sintesis.. asam nukleat yang digunakan dalam pembuatan DNA dalam gen kita juga membutuhkan vitamin ini. Karena asam amino dan asam nukleat adalah bagian penting seperti pembentukan sel baru, vitamin B6 dapat dianggap sebagai bagian penting dari pembentukan hampir semua sel-sel baru di dalam tubuh.. Heme (pusat protein sel darah merah kami) dan fosfolipid (komponen sel membran kami yang memungkinkan pesan antara sel-sel) juga tergantung pada vitamin B6 untuk penciptaan mereka.

2.   Pengolahan karbohidrat
Pengolahan karbohidrat (gula dan pati) di tubuh kita tergantung pada ketersediaan vitamin B6. Vitamin ini sangat penting dalam memfasilitasi pemecahan glikogen (suatu bentuk khusus dari pati) yang tersimpan dalam sel-sel otot kita dan untuk tingkat yang lebih rendah di dalam hati kita.. Karena pengolahan karbohidrat memainkan peran kunci dalam beberapa jenis acara atletik, peneliti telah dengan seksama memainkan peran vitamin B6 dalam pengolahan karbohidrat selama kinerja fisik.
3.   Dukungan aktivitas sistem saraf
Peran vitamin B6 dalam sistem saraf kita sangat luas, dan melibatkan banyak aspek kegiatan neurologis.. Salah satu aspek berfokus pada penciptaan kelompok penting pesan molekul yang disebut amina.. Sistem saraf bergantung pada pembentukan molekul-molekul untuk transmisi pesan dari satu syaraf ke yang berikutnya. ((Molekul-molekul dapat digolongkan sebagai "neurotransmitter" untuk alasan ini.) Amines adalah salah satu jenis neurotransmitter di sistem saraf. Mereka sering dibuat dari bagian-bagian protein yang disebut asam amino, dan nutrisi penting untuk membuat proses ini terjadi adalah vitamin B6. Beberapa neurotransmiter amina yang diturunkan yang memerlukan vitamin B6 untuk produksi mereka termasuk serotonin, melatonin, epinefrin, norepinefrin, dan GABA.
4.   Mendukung metabolisme sulfur dan metil
Pergerakan molekul yang mengandung sulfur ke seluruh tubuh sangat penting untuk keseimbangan hormon dan penghapusan zat beracun melalui hati.. Karena vitamin B6 dapat menghapus kelompok belerang dari molekul lain, ini membantu tubuh mempertahankan fleksibilitas dalam menangani sufur-mengandung senyawa.
Kelompok metil" mengacu pada struktur kimia yang hanya memiliki satu atom karbon dan tiga atom hidrogen. Banyak peristiwa kimiawi penting dalam tubuh dimungkinkan oleh transfer kelompok metil dari satu tempat ke tempat lain.. Sebagai contoh, gen dalam tubuh dapat diaktifkan dan dinonaktifkan dengan cara ini, dan sel-sel dapat menggunakan proses untuk mengirim pesan kembali dan sebagainya.
Lampiran kelompok metil terhadap zat beracun adalah salah satu cara membuat mereka kurang beracun dan mendorong eliminasi mereka dari tubuh.  Ini juga merupakan cara untuk memastikan bahwa zat seperti homosistein, yang dapat membangun berlebihan dalam darah dan menyebabkan risiko penyakit kardiovaskuler, disimpan dalam rentang yang sehat.
5.   Pencegahan Radang  yang Diinginkan
Para peneliti belum jelas tentang mekanisme yang terlibat, namun penelitian ulang menunjukkan bahwa vitamin B6 diperlukan untuk meminimalkan risiko peradangan yang tidak diinginkan dalam tubuh.   Ini bukan hanya kasus yang cukup asupan vitamin B6 dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan berlebihan, itu juga fakta bahwa individu dengan kronis, peradangan perlu berlebihan meningkatkan jumlah vitamin B6 dalam makanan mereka. Kecuali asupan makanan kita cukup untuk menjaga darah kita tingkat B6 aktif (pyridoxal 5'-fosfat) optimal, kita meninggalkan diri kita beresiko untuk masalah kesehatan kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas, yang semuanya berbagi komponen peradangan kronis, yang tidak diinginkan.

IV.             DAMPAK KEKURANGAN BAGI KESEHATAN
Kekurangan vitamin B6 jarang terjadi dan bila terjadi, biasanya secara bersamaan dengan kekurangan beberapa jenis vitamin B – kompleks lain. Kekurangan bisa terjadi karena obat-obatan tertentu, kecanduan alcohol, kelainan congenital, penyakit kronik tertentu dan gangguan absorpsi. Kekurangan vitamin B6 dapat menyertai kecanduan alcohol. Karena alcohol dan penyakit hati yang disebabkan alcohol dapat mengganggu metabolisme vitamin B6.
Kekurangan vitamin B6 menimbulkan gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan metabolisme protein, seperti lemah, mudah tersinggung, dan sukar tidur. Kekurangan lebih lanjut menyebabkan gangguan pertumbuhan, gangguan fungsi motorik dan kejang – kejang, anemia, penurunan pembentukan antibody; peradangan lidah, serta luka pada bibir, sudut-sudut mulut dan kulit. Kekurangan vitamin B6 berat dapat menimbulkan kerusakan pada system saraf pusat.
Obat – obatan tertentu mengganggu metabolisme vitamin B6. Isoniazida (Asam Iso Nikotenat Hidroksida/INH) yang dipakai untuk pengobatan penyakit paru – paru merupakan antagonis vitamin B6 karena membentuk kompleks dengan PLP yang tidak aktif. Pasien akan menderita neuritis peripheral dan gejala kekurangan vitamin B6 lain. Penisillamin, yang digunakan dalam arthritis rheumatoid juga merupakan antagonis vitamin B6. Ibu-ibu yang memakan obat – obat kontraseptif mengalami gangguan metabolisme triptofan yang dapat menyebabkan kekurangan vitamin B6.
Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan seseorang terkena insomnia, depresi dan cepat lelah. Bahkan bisa menyebabkan penyakit jantung dan anemia, karena salah satu fungsi dari vitamin b6 ini adalah membantu terbentuknya hemoglobin.

V.                DAMPAK KELEBIHAN

Konsumsi vitamin B6 dalam jumlah berlebihan selama berbulan – bulan akan menyebabkan kerusakan saraf yang  tidak dapat diperbaiki, dimulai dengan semutan pada kaki, kemudian mati rasa pada tangan dan akhirnya tubuh tidak mampu bekerja. Gejala kelebihan vitamin B6 ini sudah dapat dilihat pada konsumsi sebanyak 25 miligram sehari. Hal ini perlu diperhatikan bila menggunakan suplemen vitamin B6 dalam jumlah berlebihan.
VI.             SUMBER BAHAN MAKANAN DAN NILAI GIZI
Vitamin B6 paling banyak terdapat di dalam khamir, kecambah, gandum, hati, ginjal, serealia tumbuk, kacang – kacangan, kentang, dan pisang. Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah susu, telur,  beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu, ragi, bekatul, biji – bijian.
Vitamin B6 masih terjajar dalam barisan vitamin B kompleks yang memainkan peranan cukup penting untuk mendukung kinerja sistem saraf dan mencegah terjadinya penimbunan homosistein dalam darah. Beberapa hal yang menyebut Anda sedang kekurangan vitamin B6 diantaranya adalah sebagai berikut:

·                     Kelelahan atau malaise;l
·                     Anemia;l
·                     Permasalahan pada kulit tanpa terkecuali eksim dan dermatitis seboroik; danl
·                     Kejang-kejangl

Vitamin B6
Banyak makanan yang menjadi sumber vitamin B6 melimpah seperti paprika, labu yang tumbuh di musim panas, lobak, jamur shiitake dan bayam. Beberapa makanan tersebut hanya sekian persen dari keseluruhan, pada artikel ini akan dikupas habis mengenai sumber vitamin B6 serta fungsinya bag tubuh.

Vitamin B6 atau dalam istilah lain disebut dengan piridoksin, piridoksal, pyridoxamine, piridoksin fosfat, piridoksal fosfat dan pyridoxamine awalnya diteliti saat pertengahan abad 20 (tepatnya tahun 1930-an). Vitamin ini awalnya tidak mendapat sebutan “vitamin B6”, melainkan disapa sebgai “faktor antidermatitis”. Istilah ini lebih spesifik membei maksud pada kulit (dermis) karena radang kulit (dermatitis) yang pasti meningkat jika dihilangkan dari program diet.


Sumber Vitamin B6 atau Piridoksin

Melanjuti perbincangan di awal tadi, masih banyak makanan yang menjadi sumber vitamin B6 banyak yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan otak dalam berfikir dan
 kesehatan tubuh lainnya. 

Berikut ini jenis dan macam makanan (buah, sayur, unggas atau kacang-kacangan) yang biasa dikonsumsi seseorang untuk mengobati peradangan kulit:

1. Buah pisang

Buah pisang banyak tumbuh di Indonesia. Buah yang sangat cocok ditanam di daratan negara tercinta ini bisa tumbuh subur karena memang lebih berani untuk tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, jadi kita tak mungkin kesulitan dalam mencari pisang. Setiap satu buah pisang mengantongi kandungan nutrisi berupa vitamin B6 sebanyak 0.43 mcg.

2. Buah tomat

Si hidung badut nan imut ini juga menjadi buah yang tertanam kandungan vitamin B6 sebanyak 0.14 setiap satu cangkirnya.
 Khasiat tomat dapat memerangi beberapa penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.

3. Sawi

Anda bisa meminta ibu atau memasak sendiri sawi menjadi sayur. Rasanya yang lezat jika tercampur oleh kuah yang panas bisa menambah nafsu makan Anda. Setiap satu gelas sawi masak mengantongi vitamin B6 sebanyak 0.14 mcg. Sawi juga dikenal sebagai sayuran yang dapat mencegah osteoporosis dan serangan jantung.

4. Kembang kol

Terdapat kandungan gizi berbentuk vitamin B6 sekitar 0.2 mcg dalam secangkir kembang kol. Sayuran ini sangat tepat dikonsumsi oleh ibu hamil, karena vitamin yang tertanam didalamnya juga
 mengandung banyak serat untuk membantu tumbuh kembang janin dalam kandungan.

5. Ikan cod

Banyak vitamin (baik bentuknya cair atau tablet) yang dibuat untuk mencukupi gizi harian si buah hati. Salah satu vitamin yang banyak digunakan adalah B6 dan beberapa jenis vitamin B kompleks lainnya. Setiap 3 ons ikan cod menggendong sekitar 0.8 mcg vitamin B6. Ikan yang hidup di air tawar ini memang jarang di masak dirumah, mungkin dikarenakan tak boleh sembarangan dalam memasaknya.
1. Daging
Hati adalah bagian dari organ hewan-hewan seperti sapi, kambing, rusa, domba yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Organ hati ini cukup digemari karena merupakan sumber makanan alami yang banyak mengandung vitamin. Salah satunya vitamin B6. Namun juga terdapat efek samping dari konsumsi daging hati karena banyak mengandung kolesterol. Olahan hati sendiri banyak untuk olahan makanan modern seperti sosis. Daging hati kalkun mengandung vitamin B6 sebanyak 1,04 mcg dalam takaran 100 gram. Daging hati sapi mengandung vitamin B6 sebanyak 1,03 mcg dalam takaran 100 gram.
2. Ikan
Ikan juga banyak mengandung vitamin B6. Ikan yang banyak mengandung vitamin B6 antara lain ikan tuna, ikan cod, ikan salmon. Kandungan vitamin B6 pada ikan tuna dengan kadar 4 ons ikan tuna adalah 1,18 mcg. Kandungan vitamin B6 pada ikan salmon dengan kadar 100 gram adalah 0,94 mcg namun untuk kadar 3 ons mengandung vitamin B6 sebanyak 0,8 mcg. Kandungan vitamin B6 untuk ikan cod dengan kadar 100 gram adalah 0,462 mcg namun untuk kadar 3 ons mengandung vitamin B6 sebanyak 0,39 mcg. Ikan-ikan ini sudah banyak ditemui di Indonesia, seperti di pasar modern supermarket atau mall. Atau dalam bentuk lebih praktis seperti kalengan sarden.
3. Bayam
Bayam merupakan sayuran yang banyak ditanam di Indonesia. Merupakan salah satu sayuran yang cukup favorit untuk dikonsumsi sehari-hari. Bayam memiliki kandungan vitamin B6 sebanyak 0,44 mcg setiap satu cangkir bayam. Bayam bermanfaat untuk melawan sel kanker, sumber anti-inflamasi, mengurangi resiko kardiovaskular, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mampu mencegah anemia.
4. Kentang
Kandungan vitamin B6 pada kentang yang dipanggang atau dimasak setiap satu kentangnya mengandung vitamin B6 sebanyak 0,54 mcg. Kentang sangat populer di Negara Indonesia. Apalagi saat bisnis makanan cepat saji hadir di Indonesia, kentang terutama kentang goreng menjadi pilihan cemilan selain digunakan pada sayuran pelengkap makanan utama.
5. Sawi
Satu cangkir masak untuk sawi mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Sawi banyak manfaatnya. Seperti mencegah osteoporosis, sawi juga mengandung niasin untuk mengurangi proses aterosklerosis hingga mencegah terjadi serangan jantung. Selain itu juga mengontrol kadar kolesterol pada tubuh. Sawi ada dua jenis yaitu sawi hijau dan sawi putih.
6. Lobak
Untuk kandungan vitamin B6 pada lobak dengan takaran 1 cangkir masak adalah 0,26 mcg. Lobak bermanfaat untuk mengurangi lemak dalam tubuh. Dengan serat yang tinggi itu maka lobak cocok digunakan sebagai pelengkap program penurunan berat badan Anda. Lobak juga mencegah gangguan pencernaan, mencegah diabetes sampai mencegah kanker.
7. Kembang Kol
Satu cangkir kembang kol mengandung vitamin B6 sebanyak 0,2 mcg. Kembang kol ini sangat baik dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena kandungan vitaminnya yang banyak serta seratnya yang banyak dapat membantu tumbuh kembang janin menjadi optimal nanti lahirnya. Sehingga menghindarkan anak terserang cacat lahir.
8. Brokoli
Untuk satu cangkir brokoli mengandung vitamin B6 sebanyak 0,16 mcg. Brokoli mengandung banyak manfaat. Diantara manfaat itu antara lain dapat mencegah sembelit dimana sering terjadi pada anak. Karena brokoli memelihara organ usus pada perut. Selain itu juga brokoli dapat menurunkan kolesterol pada tubuh.
9. Paprika
Untuk kandungan vitamin B6 pada takaran satu cangkir mengandung 0,27 mcg. Paprika adalah sayuran yang berupa buah berbentuk lonceng. Memiliki rasa yang mirip cabe walau tidak sepedas cabe. Paprika banyak digunakan dalam resep makanan. Manfaat dari paprika adalah antioksidan dan meningkatkan imunitas tubuh, sebagai antibakteri, menormalkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi.
10. Asparagus
Untuk satu cangkir asparagus mengandung vitamin B6 sebanyak 0,12 mcg. Asparagus sekarang ini sangat banyak digunakan untuk resep masakan. Seperti dibuat sup asparagus, orak-arik asparagus, sup kepiting asparagus, tumis asparagus ayam, tumis udang asparagus, dan masih banyak lainnya. Asaparagus sendiri bermanfaat untuk antikanker, antioksidan, antipenuaan, serta sebagai diuretik alami..
11. Pisang
Setiap satu buah pisang mengandung vitamin B6 sebanyak 0,43 mcg. Buah pisang merupakan buah yang banyak tumbuh di Indonesia. Karena memang pisang merupakan buah yang mana tumbuh di iklim tropis. Sehingga tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari pisang yang banyak ditemui ini.
12. Alpukat
Kandungan vitamin B6 pada buah alpukat satu cangkir adalah 0,38 mcg. Buah alpukat banyak sekali manfaatnya seperti pencegah kanker prostat. Lalu menghindari dari kanker mulut, menghindari dari ancaman kanker payudara, menjaga kesehatan mata. Kemudian bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pencegah stroke.
13. Tomat
Satu cangkir tomat mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Manfaat buah tomat mengurangi resiko penyakit kanker yaitu kanker prostat. Lalu mencegah tubuh terkena penyakit jantung. Imunitas tubuh pun meningkat dengan baik setelah mengkonsumsi buah tomat.
14. Melon
Buah melon juga mengandung vitamin B6. Melon adalah buah yang berwarna hijau dengan daging buah juga berwarna hijau. Ada juga yang berwarna kuning daging buahnya. Buah melon termasuk buah yang banyak mengandung vitamin dan juga kaya akan air.
15.Semangka
Semangka juga merupakan buah yang mengandung vitamin B6. Buah semangka berbentuk besar seperti melon. Dengan kulit yang hijau namun memiliki daging buah yang berwarna merah dengan banyak bijinya. Bedanya dengan melon yang berdaging keras, semangka berdaging lembut. Sehingga termasuk buah yang banyak juga mengandung air.
16. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan yang mengandung vitamin B6 juga ada. Seperti kacang kedelai, kacang polong, dan kacang hijau. Sedangkan ada juga kacang merah yaitu sumber makanan kacang-kacangan yang cukup baik bagi tubuh karena mengandung vitamin B6 yang cukup banyak. Pada kacang hijau dengan kadar satu cangkir mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Dengan mengkonsumsi setidaknya satu cangkir atau mangkok kacang-kacangan ini Anda dapat memenuhi kebutuhan harian vitamin B6.
17. Biji-bijian
Biji-bijian yang termasuk mengandung vitamin B6 cukup baik adalah biji bunga matahari dan biji wijen. Kandungan vitamin B6 pada biji bunga matahari dengan takaran seperempat cangkir adalah 0,47 mcg. Kandungan vitamin B6 pada biji wijen dengan takaran 100 gram adalah 0,8 mcg. Biji bunga matahari sendiri sering disebut di Indonesia sebagai kuaci. Makanan cemilan khas dengan rasa yang cukup manis dan gurih. Sedangkan pada biji wijen banyak digunakan untuk diambil minyaknya. Dapat juga bijinya digunakan dalam olahan makanan seperti onde-onde. Bahkan dapat menjadi bahan pembuatan pasta. Lebih bermanfaat lagi minyak wijen ini dapat digunakan sebagai penghilang rasa nyeri seperti pada pengobatan alternatif.
1. Buah Pisang

Setiap satu buah pisang mengandung vitamin B6 sebanyak 0,43 mcg. Buah pisang merupakan buah yang banyak tumbuh di Indonesia. Karena memang pisang merupakan buah yang mana tumbuh di iklim tropis. Sehingga tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari pisang yang banyak ditemui ini.

2. Buah Alpukat

Kandungan vitamin B6 pada buah alpukat satu cangkir adalah 0,38 mcg. Buah alpukat banyak sekali manfaatnya seperti pencegah kanker prostat. Lalu menghindari dari kanker mulut, menghindari dari ancaman kanker payudara, menjaga kesehatan mata. Kemudian bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pencegah stroke.

3. Buah Tomat

Satu cangkir tomat mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Manfaat buah tomat mengurangi resiko penyakit kanker yaitu kanker prostat. Lalu mencegah tubuh terkena penyakit jantung. Imunitas tubuh pun meningkat dengan baik setelah mengkonsumsi buah tomat.

4. Buah Melon

Buah melon juga mengandung vitamin B6. Melon adalah buah yang berwarna hijau dengan daging buah juga berwarna hijau. Ada juga yang berwarna kuning daging buahnya. Buah melon termasuk buah yang banyak mengandung vitamin dan juga kaya akan air.

5. Buah Semangka

Semangka juga merupakan buah yang mengandung vitamin B6. Buah semangka berbentuk besar seperti melon. Dengan kulit yang hijau namun memiliki daging buah yang berwarna merah dengan banyak bijinya. Bedanya dengan melon yang berdaging keras, semangka berdaging lembut. Sehingga termasuk buah yang banyak juga mengandung air.



Berikutnya akan dibahas berbagai sayuran yang mengandung vitamin B6 cukup tinggi untuk dikonsumsi sehari-hari.

6. Bayam

Bayam merupakan sayuran yang banyak ditanam di Indonesia. Merupakan salah satu sayuran yang cukup favorit untuk dikonsumsi sehari-hari. Bayam memiliki kandungan vitamin B6 sebanyak 0,44 mcg setiap satu cangkir bayam. Bayam bermanfaat untuk melawan sel kanker, sumber anti-inflamasi, mengurangi resiko kardiovaskular, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mampu mencegah anemia.

7. Kentang

Kandungan vitamin B6 pada kentang yang dipanggang atau dimasak setiap satu kentangnya mengandung vitamin B6 sebanyak 0,54 mcg. Kentang sangat populer di Negara Indonesia. Apalagi saat bisnis makanan cepat saji hadir di Indonesia, kentang terutama kentang goreng menjadi pilihan cemilan selain digunakan pada sayuran pelengkap makanan utama.

8. Sawi

Satu cangkir masak untuk sawi mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Sawi banyak manfaatnya. Seperti mencegah osteoporosis, sawi juga mengandung niasin untuk mengurangi proses aterosklerosis hingga mencegah terjadi serangan jantung. Selain itu juga
 mengontrol kadar kolesterol pada tubuh. Sawi ada dua jenis yaitu sawi hijau dan sawi putih.

9. Kembang Kol

Satu cangkir kembang kol mengandung vitamin B6 sebanyak 0,2 mcg. Kembang kol ini sangat baik dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena kandungan vitaminnya yang banyak serta seratnya yang banyak dapat membantu tumbuh kembang janin menjadi optimal nanti lahirnya. Sehingga menghindarkan anak terserang cacat lahir.

10. Brokoli

Untuk satu cangkir brokoli mengandung vitamin B6 sebanyak 0,16 mcg. Brokoli mengandung banyak manfaat. Diantara manfaat itu antara lain dapat mencegah sembelit dimana sering terjadi pada anak. Karena brokoli memelihara organ usus pada perut. Selain itu juga brokoli dapat menurunkan kolesterol pada tubuh.

11. Paprika

Untuk kandungan vitamin B6 pada takaran satu cangkir mengandung 0,27 mcg. Paprika adalah sayuran yang berupa buah berbentuk lonceng. Memiliki rasa yang mirip cabe walau tidak sepedas cabe. Paprika banyak digunakan dalam resep makanan. Manfaat dari paprika adalah
 antioksidandan meningkatkan imunitas tubuh, sebagai antibakteri, menormalkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi.

12. Asparagus

Untuk satu cangkir asparagus mengandung vitamin B6 sebanyak 0,12 mcg. Asparagus sekarang ini sangat banyak digunakan untuk resep masakan. Seperti dibuat sup asparagus, orak-arik asparagus, sup kepiting asparagus, tumis asparagus ayam, tumis udang asparagus, dan masih banyak lainnya. Asaparagus sendiri bermanfaat untuk antikanker, antioksidan, antipenuaan, serta sebagai diuretik alami.

13. Lobak

Kandungan vitamin B6 pada lobak adalah 0,08 mcg setiap sajian 1 cangkir. Berarti dalam konsumsi maksimal 2 mcg sehari lobak telah memenuhi setidaknya 4% vitamin B6 pada tubuh Anda. Vitamin B6 ini juga merupakan nutrisi untuk mengkonversi protein menjadi bentuk yang lebih sederhana.



Selain bisa didapatkan dari buah dan sayuran, vitamin B6 juga terdapat pada ikan, daging dan gandum.

14. Ikan Tuna

Kandungan vitamin B6 pada ikan tuna adalah 1,18 mcg setiap empat ons ikan tuna. Ikan tuna banyak ditemukan di perairan Indonesia. Biasanya ikan tuna lebih banyak di ekspor ke luar negeri karena memang orang barat menyukai ikan ini. Ikan ini lebih populer di Eropa dibandingkan di Indonesia.

15. Ikan Cod

Kandungan vitamin B6 pada ikan cod adalah 0,52 mcg setiap empat ons ikan cod. Ikan ini bukan berasal dari Indonesia dan biasanya ditemui dalam bentuk instan berupa minyak ikan cod. Minyak ikan cod juga banyak mengandung omega-3 yang berfungsi dalam membantu proses tumbuh kembang otak.

16. Ikan Salmon

Kandungan vitamin B6 pada ikan salmon adalah 0,8 mcg setiap 3 ons ikan salmon. Dalam ikan salmon ternyata juga terdapat vitamin B lainnya seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B12. Selain itu ikan salmon juga banyak mengandung vitamin A. Ikan ini hidup di air tawar dimana saat usia ikan ini masih berupa telur dan ikan muda. Saat dewasa ikan ini akan hidup di laut.

17. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan yang mengandung vitamin B6 juga ada. Seperti kacang kedelai, kacang polong, dan
 kacang hijau. Sedangkan ada juga kacang merah yaitu sumber makanan kacang-kacangan yang cukup baik bagi tubuh karena mengandung vitamin B6 yang cukup banyak. Pada kacang hijau dengan kadar satu cangkir mengandung vitamin B6 sebanyak 0,14 mcg. Dengan mengkonsumsi setidaknya satu cangkir atau mangkok kacang-kacangan ini Anda dapat memenuhi kebutuhan harian vitamin B6.

18. Biji Wijen

Biji-bijian yang termasuk mengandung vitamin B6 cukup baik adalah biji wijen. Kandungan vitamin B6 pada biji wijen dengan takaran 100 gram adalah 0,8 mcg. Biji bunga matahari sendiri sering disebut di Indonesia sebagai kuaci. Sedangkan pada biji wijen banyak digunakan untuk diambil minyaknya. Dapat juga bijinya digunakan dalam olahan makanan seperti onde-onde. Bahkan dapat menjadi bahan pembuatan pasta.

19. Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahari mengandung vitamin B6 sebanyak 0,47 mcg dalam takaran seperempat cangkir. Biji bunga matahari digunakan sebagai panganan kecil atau cemilan kecil yang disebut kuaci. Banyaknya jumlah biji bunga matahari yang kita makan sebagai cemilan menjadikan diri ini mudah dalam memenuhi kebutuhan vitamin B6.

20. Beras (Nasi)

Beras merupakan sumber makanan dari tanaman padi yang termasuk ke dalam padi-padian. Beras sendiri mengandung vitamin B6 sebanyak 4,07 mcg setiap sajian 100 gramnya atau 0,3 mcg per sendok makan. Beras biasa dikonsumsi setelah dimasak menjadi nasi. Namun patut diingat, bahwa beras bukan merupakan satu-satunya dari keluarga padi-padian.

21. Roti Gandum

Gandum merupakan salah satu tanaman jenis padi-padian seperti beras. Gandum yang biasa dijadikan roti atau sereal ternyata memiliki kandungan vitamin B6 cukup tinggi. Roti gandum mengandung vitamin B6 sebanyak 1,3 mcg setiap sajian 100 gramnya atau 0,05 mcg per satu sendok makan.
 

22. Daging dan Hati

Hati adalah bagian dari organ hewan-hewan seperti sapi, kambing, rusa, domba yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Olahan hati sendiri banyak untuk olahan makanan modern seperti sosis. Daging hati kalkun mengandung vitamin B6 sebanyak 1,04 mcg dalam takaran 100 gram. Daging hati sapi mengandung vitamin B6 sebanyak 1,03 mcg dalam takaran 100 gram.
VII.          ANGKA KEBUTUHAN YANG DI ANJUKAN
Vitamin B6 banyak berperan dalam metabolisme protein, kebutuhannya sebanding dengan kebutuhan protein.Meskipun beberapa faktor telah diketahui dapat mempengaruhi tingkat kebutuhan piridoksin, tetapi penggunaan jagung, bungkil kacang kedelei dan bahan - bahan lain yang merupakan sumber energi dan protein dalam ransum,biasanya sudah memenuhi kebutuhan piridoksin .Karena piridoksin, piridoksal serta piridoksamin terlibat dalam metabolisme asam asam amino dan protein maka kebutuhan akan vitamin tersebut akan meningkat jika konsumsi diet kaya protein, terutama protein yangmengandung metionin dan asam amino bersulfur lainnya dengan kadar yang cukup tinggi. Koenzim vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga konsumsi sehari-hari harus sebanding dengan konsumsi protein, karena protein dibuat dari asam amino. RDA untuk vitamin B6 adalah 0,016 mg/g protein. Rata-rata konsumsi adalah 2 mg/hari untuk pria dan 1,6 mg/hari untuk wanita. Kecukupan vitamin B6 di Amerika Serikat adalah 0,016 mg milligram per gram protein atau rata – rata 2 miligram per hari untuk laki – laki dewasa dan 1,6 miligram untuk wanita dewasa.
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk piridoksin :

·                0 – 6 bl : 0,3 mg
·                7- 12 bl : 0,6 mg
·                   1 -3 th : 1.0 mg
·         4 – 6 th : 1.1 mg
·               7- 9 th : 1.4 mg

Pr ia                                                          Wanita
·                10 -12 th : 1.4 mg                                10 -12 th : 1.7 mg
·         13 – 15 th : 2,0 mg                              13 – 15 th : 1,5 mg      
·         16 – 19 th : 1,6 mg                              16 – 19 th : 2,0 mg
·         20 – 45 th :1,6 mg                               20 – 45 th : 2,0 mg
·         46 – 59 th :1,6 mg                               46 – 59 th : 2,0 mg
·         ≥60 th :1,6 mg                                     ≥60 th : 2,0 mg

Hamil : 2,2 mg
Menyusui
· 0 – 6 bl :  2,1 mg
·7 – 12 bl : 2,1 mg


2 komentar:

  1. assalamu alaikum kak, makasih materinya sangat membantu.. saya izin copy sebagian yaa :)

    BalasHapus
  2. Vitamin B6 juga bisa digunakan untuk mencegah jerawat

    BalasHapus